Dari Naskah Hingga Editing: Bagaimana Cara Menampilkan Protagonis dengan Empati?

Indonesia Distanced Stories 2020 adalah lokakarya pembuatan dokumenter kreatif yang diselenggarakan In-Docs bersama dengan Scottish Documentary Institute dan British Council Indonesia. Hasil lokakarya ini berupaya menampilkan isu minoritas melalui film dokumenter pendek: transpuan (Cunenk), keseharian keluarga difabel (Cinta Falhan), ibu guru & rumah tangga (Ibu Guru), lansia dan pembangunan (Karsih), petani perempuan (Kelompok Wanita Tani), dan seniman muda dengan asperger (Merupa).

Di baliknya, peserta harus berjibaku menampilkan protagonis sebagai manusia dengan kompleksitas hidup yang dihadapi. Temuan menariknya: empati sudah diperlukan tidak hanya saat kamera menyala, tapi sejak pemilihan cerita hingga di meja editing. Tulisan di bawah ini merekam obrolan kami dengan peserta Indonesia Distaned Stories 2020 untuk membongkar dapur kreatif pembuatan film-film mereka.

Tulisan ini terbagi menjadi dua: film-film dengan isu disabilitas & lansia; film-film dengan isu gender.

Mau putar film-film ini?

Topik/film apalagi yang Anda ingin kami bahas lebih dalam?

Read this too

dbtsi19

Refleksi In-Docs Atas Film Dokumenter

Menceritakan kembali perjalanan In-Docs seolah melihat refleksi ke kisah demokrasi Indonesia itu sendiri. Perjalanan yang paralel tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain.  Bagaimana Cerita…