School of Seeing 2021 Resmi Dimulai! 

School of Seeing 2021 telah resmi dimulai.

Di edisi kali ini, In-Docs didukung oleh Yayasan Cipta Citra Indonesia, mengadakan program School of Seeing (SOS) 2021 yang sudah dimulai sejak 1 April 2021 lalu. Sebanyak 20 orang telah resmi diundang untuk berpartisipasi. Mereka akan mengulas dan mendedah lima film dokumenter yang telah dikurasi oleh Teman Diskusi, Lisabona Rahman. Selain itu ada juga Teman Diskusi lain, Adrian Jonathan Pasaribu dan Anggraeni Widhiasih, yang akan menanggapi ulasan peserta.

Mari berkenalan dengan ketiganya! 

Adrian Jonathan Pasaribu

Adrian mengawali karir sebagai Manajer Program Kinoki, sebuah komunitas pecinta film di Yogyakart yang rutin menyelenggarakan pemutaran film bersama komunitas anak muda lainnya. Saat ini, Adrian adalah editor-in-chief Cinema Poetica, sebuah media yang fokus pada kritik, arsip, dan literasi film. 

Anggraeni Widhiasih

Anggraeni, atau yang akrab disapa Eng, adalah penulis, kurator, dan seniman yang aktif terlibat dalam ekosistem kolektif seni dan platform ekonomi eksperimental. Ia juga bekerja paruh waktu sebagai penyunting naskah serta translasi dan interpretasi Bahasa Inggris – Bahasa Indonesia maupun sebaliknya, serta manajer dalam proyek penelitian. Saat ini, Eng adalah anggota Forum Lenteng dan Milisifilem Collective. Sejak 2019, ia menjadi bagian dari tim seleksi Kompetisi Internasional di ARKIPEL–Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival. Selain itu, ia juga anggota dari Prakerti Collective Intelligence. Beberapa tulisannya tentang film dimuat di situs www.jurnalfootage.net.

Lisabona Rahman

Lisabona bergabung untuk mengelola cinema milik Dewan Kesenian Jakarta: Kineforum pada tahun 2006. Kecintaannya pada film membuatnya melanjutkan studi di University of Amsterdam jurusan Film Studies, yang mengantarkannya bekerja di L’immagine Ritrovata, sebuah laboratorium untuk restorasi film di Bologna, Italia. Lisabona kembali ke Indonesia pada tahun 2016 untuk mengeksplorasi penanganan film warisan Indonesia. Fokus karirnya adalah sejarah film dan ekonomi politik, serta restorasi film dan arsip presentasi film. Saat ini Lisabona menjabat sebagai Direktur Program Yayasan Cipta Citra Indonesia yang bekerja menjaga keragaman budaya sinema dan pendidikan.

Lalu, apa saja film yang dihadirkan di SOS 2021? Cek daftarnya berikut: 

Over the Limit (Marta Prus, 2017)

Film dokumenter ini mengetengahkan drama dibalik persaingan yang ketat dan juga perjuangan mental yang harus dikerahkan dalam cabang olahraga yang mempertontonkan estetik keindahan ini. Over the Limit menceritakan seorang pesenam Rita Mamun yang akan pensiun, dan bercita-cita meraih medali emas di Olympic. 

 

Like the Others/Wie Die Anderen (Constantin Wulff, 2015)

Observasi kehidupan sehari-hari di dalam sebuah institusi psikiater yang menjadi rumah bagi anak-anak dan remaja yang membutuhkan bantuan khusus. Film ini mempertontonkan aktivitas yang awas, tekanan, rutin dan juga improvisasi.

 

El Bulli: Cooking in Progress (Gereon Wetzel, 2010)

Film ini mengangkat profil restoran yang menciptakan tema “molecular gastronomy” yang menjadi sensasi dunia. Restoran ini memenangkan Michelin Star yang ketiga di tahun 1997 namun ditutup tahun 2011. Film ini mengikuti kisah Adrià dan kepala tim di laboratorium restoran tersebut dan kemudian membaur di antara 40 koki muda.

 

Please Vote for Me (Weijun Chen, 2007)

Film ini bercerita tentang tiga orang murid yang saling bersaing untuk memenangkan peran sebagai penanggung jawab monitor kelas di tingkat 3 SD Evergreen di Wuhan, Tiongkok. Di masing-masing rumahnya, anak-anak tersebut dilatih oleh orang tuanya masing-masing untuk mengingat cara-cara berkampanye. Dalam kampanyenya, kandidat-kandidat tersebut saling menjatuhkan satu sama lain untuk memenangkan peran tersebut.

 

Meanwhile in Mamelodi (Benjamin Kahlmeyer, 2011)

Meanwhile in Mamelodi adalah film tentang potret sebuah keluarga dalam kehidupan sehari-harinya di Afrika Selatan. Keluarga Mtsweni hidup dalam kemiskinan di Pretoria Township di distrik Extension 11, dan semua permasalahan yang nampak sangat berat untuk dilalui. Film dokumenter ini sangat berwarna, mengilustrasikan tentang harapan untuk bangkit dari keterpurukan. 

 
Kepada para peserta SOS 2021, selamat menikmati film-film apik tersebut!