Indonesia Distanced Stories

MENGOLAH IDE SECARA KREATIF

Stories adalah lokakarya intensif tentang pembuatan film dokumenter secara kreatif yang digagas dan dilaksanakan oleh Scottish Documentary Institute, berkolaborasi dengan organisasi tuan rumah di setiap negara. Lewat Stories, pembuat film dibekali dengan pengetahuan dan cara-cara kreatif dan praktis untuk membangun tim kerja dan mengolah ide secara kreatif.

STORIES DI FESTIVAL FILM INTERNASIONAL

Sejak 2010 Stories telah dilaksanakan sebanyak 10 kali di Timur Tengah, Sub-Sahara Afrika, dan Asia Tenggara, dan telah menghasilkan lebih dari 40 film. Film-film Stories terpilih pada festival film internasional seperti Sheffield DocFest; BFI London Film Festival; IDFA (International Documentary Film Festival Amsterdam); Locarno Film Festival; SXSW; OpenCityDocs, London; Africa in Motion, London; Zagrebdox, Croatia; Yogyakarta Documentary Film Festival, Indonesia; Encounters Short Film Festival, UK; Beirut International Film Festival; Hot Docs, Canada.

SEPERTI APA STORIES?

Lokakarya diselenggarakan melalui kolaborasi dengan organisasi lokal di setiap negara. Di Jakarta, Stories bekerja sama dengan British Council dan In-Docs, dengan nama kegiatan Jakarta Stories.

Program ini mencakup lokakarya intensif 8–14 hari ditambah dengan dukungan pendampingan. Stories ditujukan bagi 12 hingga 16 peserta yang akan bekerja dalam tim untuk membuat film berdurasi tiga menit yang menawarkan wawasan tentang identitas lokalitas melalui cerita berbasis karakter. Peserta yang terpilih akan dibagi menjadi beberapa tim yang terdiri atas anggota disabilitas dan non disabilitas. Saat ini pendaftaran peserta sudah ditutup.

Jakarta Stories direncanakan berlangsung selama bulan Maret 2020. Dalam perjalanannya, pandemi Covid-19 membuat penyelenggara mengubah Jakarta Stories menjadi Indonesia Distanced Stories dan dilaksanakan dari September hingga November 2020.

Seminar/kelas dan pendampingan dilakukan secara virtual, sedangkan produksi film dokumenter tidak dipusatkan di satu kota, namun di kota masing-masing peserta. Beberapa seminar dapat diakses oleh publik, silakan ke Indonesia Distanced Stories Webinar untuk mendapatkan informasi lebih lanjut/mendaftarkan diri Anda.

Indonesia Distanced Stories was hosted by Noé Mendelle dan Anne Milne, yang bekerja sama dengan Dwi Sujanti Nugraheni dan Ernest Hariyanto.

FILM HASIL LOKAKARYA 

Sebanyak 6 film telah diproduksi dari Indonesia Distanced Stories 2020:

  1. Cunenk (Baby Girl) | Rofie Nur Fauzie, Mohamad Sulaeman
    Cunenk adalah seorang transpuan yang mengisi kesehariannya sebagai penampil di panggung dan influencer. Tidak hanya untuk menyambung hidup sendiri, ia juga menggalang dana untuk rumah sakit bersalin untuk mengikuti wasiat mendiang ibunya, meski terkadang terpaksa singgah ke identitas laki-lakinya.
  2. Cinta Falhan (Baby Girl) | Mohammad Ismail, Fr. Sales Magastowo
    Film ini berkisah tentang keluarga Untung, Nesti, dan anak mereka Falhan, dengan beragam difabel. Kita diajak menelusuri keseharian mereka yang penuh kasih, terutama bagaimana Untung dan Nesti membesarkan Falhan, anak dengan autisme, melalui ruang dan momen intim yang sederhana.
  3. Kelompok Wanita Tani (Green Fingers Club) | Anita Reza Zein
    Kelompok Wanita Tani dan seorang seniman berkolaborasi untuk menelaah ketimpangan distribusi pangan di desa mereka. Dari kebun, ke layar komputer, hingga ke ruang pameran, mereka mencari cara untuk terus menghidupi diri dan kebun penghidupan mereka ke arah yang berkelanjutan.
  4. Karsih | Helga Theresia, Fajrian
    Di usia senja, Karsih masih harus bekerja untuk menghidupi keluarga besarnya. Setiap hari ia membersihkan jalanan komplek asri yang berdiri di atas kenangan rumahnya yang terkena penggusuran. Dalam kepahitan itu, canda dan hangatnya Karsih tidak sirna ditelan usia.
  5. Merupa (Screen from the Unseen) | Ary Aristo
    Bagi Ferdiandra Putra, seni adalah ruang aman untuk bereksplorasi. Ia mengambil inspirasi dari kucing, budaya pop, hingga mimpi-mimpi buruk yang mengganggu tidurnya. Melalui seni, Ferdi yang senantiasa didukung oleh orangtuanya, berusaha mengatasi stigma karena kondisi Aspergernya. Dalam waktu dekat Ia akan menggelar pameran tunggal pertama, mewujudkan cita-citanya menjadi seniman.
  6. Ibu Guru (Teacher) | Lies Nanci Supangkat, Mochamad Arbani
    Semua ibu di seluruh dunia mengalami pandemi dengan hal yang sama: bekerja dari rumah dengan anak yang bersekolah di rumah, serta mengurus kebutuhan keluarga. Silvia Novani (Vivi) di Bandung tidaklah berbeda. Ia mengajar sepanjang hari secara online, serta mengurus rumah, menjaga anak-anaknya, suami dan orang tuanya, terlepas dari semua pengorbanan tersebut, rekan-rekan prianya lah yang mendapatkan promosi pekerjaan.

TIM DI BALIK INDONESIA DISTANCED STORIES 

Scottish Documentary Institute

Scottish Documentary Institute telah bekerja sama dengan bakat baru dan kawakan sejak 2003, membuat dokumenter kreatif lewat ajang tahunan Bridging the Gap, This is Scotland, Right Here, yang berfokus pada dokumenter pendek dan juga dokumenter panjang. SDI juga menjalankan Edinburgh Pitch untuk mendukung dan menginspirasi dunia dokumenter di Skotlandia dan sekitarnya. SDI berkomitmen untuk mendukung dan memproduksi film yang didorong oleh konten dan pengalaman emosional. SDI telah memproduksi lebih dari 150 film.

Kunjungi scottishdocinstitute.com untuk informasi lebih lanjut.

British Council

British Council adalah organisasi internasional asal Inggris yang bergerak di bidang hubungan budaya dan kesempatan pendidikan. British Council membangun koneksi dan kesepahaman bersama antara masyarakat Inggris dengan negara lain. British Council membuat kontribusi positif untuk Inggris dan negara tempatnya bekerja – mengubah hidup masyarakat dengan menciptakan kesempatan, membangun koneksi, dan memupuk kepercayaan. British Council hadir di lebih dari 100 negara di dunia dan berfokus di bidang seni dan budaya, pendidikan, bahasa Inggris, dan kemasyarakatan.

Kunjungi www.britishcouncil.id untuk informasi lebih lanjut.

In-Docs

In-Docs adalah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk membina budaya keterbukaan melalui film dokumenter. In-Docs percaya terhadap kekuatan dokumenter untuk mencetus percakapan, menyentuh perasaan, membuka pikiran, dan mendorong perubahan. Kami berusaha keras untuk membangun ekosistem agar film dokumenter yang bagus dapat dibuat dan dibagikan kepada penonton seluas mungkin. Kami juga membuat program inkubasi dan pengembangan bakat untuk proyek dokumenter Asia Tenggara, serta menghubungkannya dengan industri internasional dan mitra multi-sektor di kawasan dan sekitarnya.

Kunjungi in-docs.org untuk informasi lebih lanjut.